Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Ramadan di MTsN 1 Yogyakarta dengan Buka Bersama
Yogyakarta (MTsN 1 Yogyakarta) - Senja di MTsN 1 Yogyakarta, Jumat, (13/03), terasa berbeda dari biasanya. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mulai menyelimuti Masjid Darul Ulum sejak pukul 17.00 WIB. Sore itu, bukan sekadar rutinitas berbuka puasa biasa, melainkan sebuah momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarelemen madrasah dalam tajuk "Buka Bersama Keluarga Besar MTsN 1 Yogyakarta".

Kehangatan dalam Keberagaman
Masjid Darul Ulum menjadi saksi berkumpulnya kurang lebih 100 orang yang menjadi pilar pendukung pendidikan di madrasah. Tidak hanya para guru dan pegawai, tetapi acara imtersebut juga dihadiri oleh pengurus komite, petugas kantin, guru ekstrakurikuler dan guru tahfiz, mahasiswa PLP UIN Sunan Kalijaga, hingga pengurus OSIS. Kehadiran seluruh elemen ini menciptakan mozaik kebersamaan yang indah, menunjukkan bahwa setiap peran—sekecil apa pun—memiliki arti besar bagi kemajuan madrasah.
Acara dibuka langsung oleh Kepala MTsN 1 Yogyakarta, Musa Surahman, S.Ag. Dalam sambutannya, Musa menekankan bahwa kegiatan buka bersama ini merupakan sarana untuk mengendurkan ketegangan rutinitas kerja dan menggantinya dengan energi spiritualitas serta kekeluargaan. Musa juga menyamyapikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras demi visi madrasah. Harapannya, keberkahan Ramadan tahun ini dapat meningkatkan etos kerja dan keikhlasan dalam berkhidmat.
Memasuki waktu inti, menjelang azan Maghrib, suasana masjid menjadi lebih khidmat dengan sesi kajian jelang buka yang disampaikan oleh Ketua Komite MTsN 1 Yogyakarta, Bapak H. Abdul Halim, S.Ag. Dalam tausiyahnya, Abdul Halim mengajak seluruh hadirin untuk merefleksikan makna puasa sebagai madrasah bagi jiwa. Abdul Halim menekankan pentingnya sinergi antara orang tua (melalui komite) dan pihak madrasah dalam mendidik generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Saat kumandang azan Maghrib bergema, seluruh hadirin berbuka puasa dengan penuh rasa syukur. Hidangan sederhana yang dinikmati bersama di lobi piket menjadi simbol runtuhnya sekat-sekat jabatan. Semua duduk sama rendah, menikmati berkah Ramadan dalam satu meja persaudaraan. Kegiatan yang berlangsung hingga selesai salat berjemaah tersebut meninggalkan kesan mendalam, bahwa di bawah atap Masjid Darul Ulum, semua adalah satu keluarga besar yang saling menguatkan. (ans/sis)


