Guru PAI dan Bahasa Arab MTs N 1 Yogyakarta Ikuti Bimtek Pembelajaran Virtual
Di Post Oleh: Tim Publikasi Tanggal: 07/10/2020 Di Baca73 kali

Yogyakarta, Matsayo- Guru MTs Negeri 1 Yogyakarta mengikuti bimbingan teknis implementasi Keputusan Menteri Agama Nomor 183 dan 184 Tahun 2019 tentang kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Rabu (07/10/2020). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI secara virtual dengan menggunakan zoom meeting yang diikuti seluruh Kamad, guru PAI, dan Bahasa Arab Madrasah di Jatim, Jateng, Jabar, Banten dan Bali.

Kepala Madrasah, Muhammad Iriyadi bersama guru di MTsN 1 Yogyakarta mengikuti Bimtek ini secara virtual di ruang Kepala Madrasah. Guru PAI dan Bahasa Arab yang ikut serta dalam Bimtek antara lain Fahmi Basa, Faris Mansuri, Nismatul Khoiriyyah, Siti Rochimah, Muhamad Taufik, Muhamad Nukman Hamid, dan Hilman Fitry. Pada kesempatan itu, hadir pula salah satu guru PAI dari MTs Yaketunis yakni Bu Supriatun.

Kasi Subdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI Dr. Suwardi, M.Pd mengatakan, perubahan KMA 183 dan 184 ini terjadi sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian Puslitbang Kemenag RI yang mana ada penyempurnaan pada beberapa struktur materi antar jenjang dan kelas yang tumpang tindih.

Lebih lanjut, Suwardi menjelaskan bahwa KMA 183 dan 184 fokus pada distribusi materi yang tumpang tindih antar jenjang, perumusan kompetensi inti dan dasar, keselarasan kompetensi dasar 1, 2, 3 dan 4, penguatan aspek sikap dan keterampilan, penguatan mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk keimanan siswa bahwa Agama Islam adalah agama yang relevan dengan kemajuan zaman, menekankan pada pendekatan fungsional dan sebagai pengantar peserta didik menjadi warga bangsa Indonesia yang hidup dalam keberagaman.

Selain membahas KMA 183 dan 184, bimtek ini juga membahas tentang tujuan pembentukan madrasah unggulan dalam bidang akademik, riset, dan keagamaaan. Disampaikan pula arah pengembangan program madrasah unggulan tersebut ke depannya, serta manfaatnya bagi seluruh peserta didik di madrasah yang berada dalam naungan Kementerian Agama di masa sekarang maupun masa yang akan datang. (Tim Publikasi)

Top